BERITA TERBARU

25 Hektare Lahan Pegunungan di Kebumen Ditanami Kakau
Kebumen, CyberNews Dinas Pertanian Kebumen siap mengembangkan potensi pertanian di wilayah Karanggayam dengan mengembangkan budidaya kakau (cokelat) di wilayah Gunung Kalisadang di Desa Clapar. Rencananya tanaman penghasil cokelat itu akan ditanam di lahan seluas 25 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Ir H Djoenedi F MSi mengatakan budidaya kakau di kecamatan Karanggayam dinilai cukup tepat dengan kondisi alam Karanggayam. Selain dimanfaatkan sebagai konservasi lahan, budidaya kakau juga untuk meningatkan perekonomian petani setempat.

“Tanaman kakau bisa berfungsi sebagai resapan sehingga bisa menyimpan cadangan air,” ujar H Djoenedi saat melakukan sosialiasi penerimaan program tersebut di balai Desa Clapar, Senin (14/7).

Selain dari jajaran Dinas Pertanian, hadir dalam kesempatan itu, dari Unit Pelaksana teknis (UPT) Dinas Pertanian Karanggayam, dan jajaran pemerintah desa Clapar, dan para anggota kelompok tani di Desa tersebut.

Dikatakannya, program tersebut merupakan dibiayai APBN sekitar Rp 112 juta. Selain penanaman kakau juga ditambah dengan kegiatan terasering untuk korservasi lahan.

“Untuk itu kami harapkan masyarakat bisa memanfaatkan program ini
sebaik-baiknya,” imbuh Djoenedi menyebutkan pelaksanaan penanaman kakau bisa dikerjakan setelah turun hujan. Namun terasering sudah bisa dilaksanakan pada bulan Agustus.

Kepala Clapar Sukirno mengaku berterima kasih kepada Dinas Pertanian yang mendorong sektor pertanian di wilayah Karanggayam bisa berkembang. Pihaknya menyambut baik dan berupaya mewujudkan apa yang menjadi cita-cita dinas dan masyarakat. Harapannya produk pertanian di Karanggayam bisa bersaing dengan daerah lain.

“Daerah Karanggayam merupakan daerah tangkapan air yang selama ini justru sering kekurangan air. Dengan melakukan konservasi lahan pertanian, ke depan setidaknya bisa mengurangi krisis air di Karanggayam,” katanya.

Tidak hanya itu, ia memiliki impian, jika budiaya kakau bisa berhasil Karanggayam bisa menjadi kawasan agroforest yang dapat dimanfaatkan sebagai kawasan wisata hutan. Selama tanaman yang dibudidayakan petani tidak berfariasi dan didominasi ketela, dan tembakau pada musim kamarau.

“Saya melihat letak geografis Karanggaayam cukup mendukung jika dijadikan sebagai hutan wisata,” katanya.

http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=9706(Supriyanto /CN09)

2008-08-20 07:21:48

KEBUMEN – Mudakir (25), residivis warga Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, Kebumen, Senin malam tewas dikeroyok puluhan warga saat pulang ke rumah istrinya di Desa Wonotirto.Peristiwa main hakim sendiri itu terjadi sekitar pukul 20.30. Malam itu warga memergoki Mudakir yang pernah mencuri sepeda motor dan sapi tersebut pulang ke rumah istrinya. Diduga, warga di desa pegunungan itu telah lama menaruh dendam.Seperti digerakkan, warga lalu mengejar korban. Malam itu bapak satu anak tersebut diketahui muncul setelah lama pergi dari kampungnya. Disebut-sebut, residivis itu sempat lari ke daerah Banjarnegara. Namun karena baru saja ada keributan, ia pulang ke desanya.Mudakir rupanya juga kangen dengan istrinya, warga Desa Wonotirto Karanggayam. Namun kepulangannya malam itu dipergoki warga sehingga masyarakat langsung mengepung Mudakir.

Diautopsi

Kondisi tubuh korban cukup mengenaskan. Lukanya dijumpai di sekujur tubuh. Bahkan sore kemarin mayat korban dikirim ke RSU Margono Soekarjo, Purwokerto, untuk diautopsi. Bedah mayat dilakukan karena lelaki itu tewas tidak wajar akibat perbuatan amuk massa.

Kapolres AKBP Drs Triwarno Atmojo kemarin menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mencari para tersangka kasus penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal itu. Meski korbannya residivis, kasus tersebut tetap diproses. (B3-64)

sumber : suaramerdeka.com

PEMULUNG MERAMBAH DESA LOGANDU

Seiring dengan musim kemarau yang panjang Desa Logandu khususnya dan warga sekitar pada umumnya, sudah kehabisan air bersih,sungai yang mengering dan bau tak sedap sudah menjadi pemandangan yang tidak asing lagi bagi penduduk daerah sekitar.Terik mentari yang begitu menyengat serta debu berterbangan jika di sapu angin seolah tak menjadi masalah baginya.

Seperti biasanya di siang hari warga menjalankan pekerjaan rutinitas sehari-hari,namun khusus di musim kemarau ini, tanaman tembakau dan batu bata yang menjadi andalan di desa Logandu untuk menjadi tumpuan utama selain tanaman padi di musim penghujan.

Beberapa bulan terakhir ini desa Logandu yang biasanya tenang dan damai,kini terusik oleh tamu tak di undang di siang hari yaitu para PEMULUNG dan satu lagi yang biasa di sebut oleh penduduk Desa Logandu adalah “TUKANG ENDOL ESEK”

Entah dari mana asal muasal serombongan lalu menyebar ke seluruh pelosok tamu yang tak di undang itu ,namun yang jelas di desa Logandu menjadi harus waspada.

Kejadian berulangkali di Desa ini setelah serombongan tamu tak di undang merambah ke Desa Logandu.Mengingat Desa Logandu adalah mayoritas petani.Penulis pada saat itu pergi ke warung milik seorang warga,kebetulan penulis mau membeli telor ayam 3kg,tapi anehnya bandul timbangannya di ganti pakai gula putih yang mungkin nilainya sama dengan nilai timbangan yang penulis maksud.Karena penasaran penulis bertanya sama pemilik warung yang sedang menimbang telor tersebut dengan logat khas Desa Logandu”Bu,deneng timbangane anggo gula?kok ora anggo bandul? bandule si nangendi Bu? dengan nada kesal pemilik warung tersebut menjawab begini”Miki aku menjero sedela trus ana tukang endol esek pemulung liwat,nah bar endol esek/pemulung liwat bandul timbangan ora ana dadi ya anggo kiye (gula putih red.)Nah setelah bercerita bandul timbangan hilang,penulis langsung bergegas membayar belanjaannya lalu pulang,di perjalanan yang penulis dengar masih sibuk dengan gosip tersebut bahwa di dukuh kemlaka kerep hampir sama kejadiannya.Namun di kemlaka kerep berani masuk kamar karena di dalam rumah tidak ada penghuninya alias kosong itu menurut sumber yang tidak mau di sebutkan namanya di sini.Penulis bertanya pada narasumber sebut saja “Mawar” .Yu Mawar priwe kuwe critane deneng ngasi kecolongan tanya penulis ,Mawar: kaya kiye mas kejadiane wingi si “A” bar adol wedus loro duite Rp.700.000 trus klambi sragam sekolah anu tembe tuku anyar loro , urung di enggo esih di simpen nangumah tapi umae kosong lawange kebukak nah wektu kuwe ana tukang endol esek / pemulung liwat jere tangga sebelah ana sing krungu nangumah kemrupyak di kira sing due umah,tapi udu sing due umah ternyata Pemulung.Nah bagi penulis sendiri maka untuk warga Desa Logandu mestinya harus bisa menjadi contoh agar tidak terjadi kembali hal-hal serupa.Untuk itu penulis mengharapkan kepada Aparat Desa terkait dan warganya segera ambil tindakan agar tidak terjadi hal-hal serupa yang merugikan masyarakat desanya,seperti siskamling harus di hidupkan kembali,dan jangan lupa lengah jika ada barang2 yang berharga di dalam rumah,yang terpenting adalah rumah tidak boleh dalam keadaan kosong,harus ada penghuninya,selain itu penulis menghimbau jangan sampai berprasangka buruk tanpa bukti.Moga dengan kejadian2 itu semua kita bisa mengambil hikmahnya.

WASPADALAHHHHH…!!!!!

penulis.sg.jkt.

Ratusan Hektare Tembakau di Kebumen Kekeringan

Kebumen, CyberNews.

Gambar ini sya ambil dari desa Logandu sebelah utara pemakaman umum atau sebelah barat dukuh Menjangan

Gambar ini sya ambil dari desa Logandu sebelah utara pemakaman umum atau sebelah barat dukuh Menjangan

Ratusan hektare tembakau di sejumlah desa di Karanggayam, Kebumen terancam mati akibat kekurangan air. Tanaman tersebut tersebar di tiga desa, yakni Clapar, Gebangan dan Logandu.

Sismadi (35) petani tembakau warga Dusun Karangsari Desa Clapar mengatakan, akibat kekeringan daun tembakau jadi keriting. Dengan kondisi yang demikian harganya bisa anjlok sebesar 50 persen dari harga normal. “Susah Mas, kami sulit mencari air untuk menyiram tanaman,” ujar Sismadi kepada Suara Merdeka.

Guna memenuhi kebutuhan air tanaman, petani hanya mengandalkan aliran sungai. Sayangnya, sumber mata air yang ada kering. Padahal tanaman tembakau menjadi andalan petani Karanggayam yang merupakan petani tadah hujan. Sekitar 1.600 petani yang menggantungkan dari jenis tanaman itu sebagai sumber pencaharian selama musim kemarau.

Karsono (30) petani lainnya, mengaku khawatir kualitas tembakaunya jelek kekurangan air. Sebab, saat ini kuncup-kuncup daun yang tumbuh sudah mulai keriting. Bila tidak segera diatasi, kualitas daun akan rendah dan harga jualnya dipastikan anjlok.

“Daun kualitas bagus nilai jualnya Rp 3.500/kg basah petik. Namun daun kualitas jelek, paling hanya dihargai Rp 1.500/kg basah petik,” kata Karsono yang mmemiliki lahan 0,5 hektare.

Berbagai upaya dilakukan mengantisipasi sulitnya air untuk menyirami tanaman mereka. Salah satunya dengan membuat bak tandon atau penampungan di dalam tanah. Caranya, mereka membuat cekungan yang luasnya bervariasi. Kemudian, cekungan itu mereka beri lapisan plastik agar air yang masukkan tidak meresap ke dalam tanah.

“Airnya diambil dari sungai dengan menggunakan pompa air,” kata Martono petani lainnya.

Dari data Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian Karanggayam diketahui pada musim tanam tahun ini, luas tanaman tembakau mencapai 130 hektare yang tersebar di sejumlah desa. Yakni Logandu, Clapar, Pagebangan, Karanggayam, Kajoran, dan Gunungsari. Adapun produksi tembakau Karanggayam mencapai 1,5 kwintal/100 ubin.

Supriyanto /CN09 sm.com

Responses

  1. Bicara soal keamanan di desa Logandu, ternyata Logandu juga sedikit kurang aman ya…wah untuk aparat setempat di koordinasikan aja agar Logandu bebas dari kejahatan.

  2. Mungkin wong cilik terkecuali orang2 yang duduk di belakang meja,kebanyakan mengalami krisis ekonomi,nah dari segi ekonomi inilah orang2 itu bisa berbuat kejahatan,mencuri,memalak dsb……penulis sendiri belum tahu persis system keamanan di desa…harus nya KEPDES Langsung tanggap dan turun tangan ke lapangan,melihat situasi yg sedang berkembang dan jangan langsung percaya dengan gosip2,agar warga desanya hidup kembali tentram tidak di bayangi kekhawatiran….

  3. Masalah endol esek pancen akeh sing nakal.
    Tp kabeh mbalik nang warga Kang. Nek keton ana tukang endol esek srang2an sekitar umah, tegur bae.
    Sing ky kue mesti ora beres. Nek werna2 diomehi.
    Disamping kue,krn nang Logandu pancen wis parah, aparat desa kudu gawe aturan perendol esekan.
    Nek bisa malah perendolesekan lokal dikuasai pribumi logandu.
    Kasile gede lho Kang..

  4. Kang Suhar kesuwun banget masukane,kayane nek wong logandu asli jarang sing gelem dadi tukang endol esek,siki wis ana sih tukang endol esek wong logandu tapi dudu asli wong logandu,nek nyong dewek nyawang kayane kasile mandan lumayan koh tukang endol esek nang Logandu,nek soal aturan nyong dewek gur bisa menyampekan,tapi kuwe mau tergantung karo aparat terkait desa Logandu…

    kesuwun

  5. endol esek apa sih kang yakin ora weruh aku, padahal jan wong kedungwaru asli

  6. Endol Esek….(pembeli besi tua,botol bekas lan sapenunggalane,sing bisa di tukar karo gelas,ikan asin (gesek) lsp.ya..pemulung,cuman nek nang desaku le ngarani endol esek…..

  7. ngomong2 endhol esek dadi kelingan ciliku mbiyen, q seneng ngumpulna botol pa emeber bodol, tek ijolna gesek karo permen, jan wis bungah banget, hal sekecil apapun pasti da manfaatnya…..

  8. lam kenal dari warga kebumen

  9. Lam knal Juga thx sdh mampir di blog kami

  10. wong pagedangan kec ambal pingin numpang kenal

  11. monggo mlebet Pak Wiryo Saputro…pada sehat napa Pak ?Ambal e pundi niku Pak?

  12. Alhamdulilah sami sehat, desane pagedangan kecamatane ambal , luwih cedhek karo kutowinangun kurang luwih 3 km nek kang kecamatan ambal sekitar 7 km,nek desa logandu kue pegunungan kapur ya ?

  13. Pak Wiryo Saputro,Ya syukurlah pendongane rika aku lan keluarga jg esih di paringi waras sehat kiye.nek pegunungan kapur apa dudu nyong dewek ora ngerti maklum nyong kurang paham karo jenis2 e tanah,sing jelas tanah nang daerahku,nek mangsa udan ya banjir nek mangsa ketiga dawa ora ana banyu,nek menurut aku dewek tanah daerah nanggonku jenise krikil karo gamping,kapur (Ning ya mbuh bener apa ora kiye )ujarku kaya kuwe tananh sing ana nang daerahku.

    suwun
    salam paseduluran


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: