KESENIAN

Kesenian merupakan peninggalan leluhur yang harus kita lestarikan walau ada pergeseran jaman.Hingga kini masyarakat Desa Logandu masih tetap menjaga kelestarian seni tradisi.

Beberapa kelompok kesenian tradisional yang masih aktif diantaranya Kuda Kepang, Lengger, dan Wayang Orang yang lebih banyak mengambil kisah-kisah Panji ( Umarmaya & Jayengrana / Umar & Amir)

Selain itu ada pula kesenian Rebana dan Janeng yang bernafaskan agama Islam.

KUDA KEPANG

Kesenian Kuda Kepang ,pada umumnya di Seluruh kecamatan Karanggayam se-Kabupaten Kebumen,semua jenis kesenian ini hampir dibilang sama dengan kesenian Kuda Kepang yang lain,kalau di lihat dari segi tari ataupun atraksi-atraksinya.Ada yang masih berpedoman unsur classic dan ada juga yang mengambil unsur Modern seperti Kuda Kepang Langen Budoyo Sri Kusumo, dari Dukuh Watu Abang, Desa Logandu ,Kec.Karanggayam,Kab.Kebumen.Mengapa saya berani bilang modern?Ya..itu pasti. Sejak saya melihat Kesenian Kuda Kepang dari kecil hingga kini,hanya Kuda Kepang Langen Budoyo Sri Kusumo dari desa Logandu yang berani mengambil terobosan baru ini dan langsung melejit kepermukaan.Pada umumnya Seni Kuda Kepang hanya mengandalkan saat penari kesurupan,berbeda sekali dengan Kuda Kepang Langen Budoyo Sri Kusumo.Selain Kesurupan yang menjadi puncak akhir dari seluruh rangkaian jenis tari ,terobosan baru yang di masukkan kedalam tarian benar-benar orang yang mempunyai jiwa seni.

WAYANG ORANG ATAU ANGGUK

Wayang orang atau yang biasa disebut Angguk,Berbeda dengan jenis wayang orang yang ada di wilayah lain,biasanya wayang orang di daerah lain mengambil tokoh-tokoh wayang Bharata,seperti Rama dan Shinta ataupun tokoh-tokoh yang sejenis di dunia pewayangan pada umumnya.Lain halnya dengan Desa Logandu Wayang orang yang ada di desa ini mengambil cerita atau kisah Panji,Menak dari Timur Tengah yaitu UMARMAYA dan JAYANGRANA (Maaf jika penulisannya salah) atau UMAR dan AMIR.Dahulu kesenian ini sangat populer sekali di sekitar kabupaten Kebumen bahkan gaungnya sampai ke Kabupaten lain di perbatasan Kabupaten.Namun sayangnya kesenian ini pada saat itu beralih pedoman,mencoba dengan terobosan baru yang semula perpedoman pada kesenian classic khas Timur Tengah dan dimasukkanlah jenis kesenian kethoprak kedalam kesenian ini.Sejak saat itu kesenian ini baru terdengar kembali beberapa bulan yang lalu, tepatnya bulan Agustus 2008 kesenian ini mulai eksis kembali dengan mengusung ceritera semula ke unsur classic khas dari Timur Tengah,Negeri Arab.

REBANA

Kesenian yang bernafaskan agama Islam ini sudah lama muncul di dukuh Karang Anyar ,Masjid tertua di desa Logandu.Sebelum Masjid ke dua didirikan di dukuh Menjangan, kesenian ini berjalan biasa-biasa saja dan seolah tak ada perkembangan.Namun seiring berputarnya waktu berdirilah Masjid ke dua di dukuh Menjangan ,tepatnya persis di pinggir jalan raya Logandu yang menghubungkan antara kecamatan Karanggayam-Desa Kebakalan.

Dari sinilah Rebana Modern mulai eksis di blantika dunia seni.Layaknya Band, kesenian ini memakai semua jenis alat musik yang ada.Memang belum lama kesenian Rebana Modern ini terbentuk,Namun Kesenian ini sudah mencuat ke permukaan dan mampu bersaing dengan kesenian tradisional lainnya.

JAMJANENG / JANENG

Sebenernya musik bernafaskan agama Islam yang satu ini , bisa di bilang musik tradisional yang sudah lama terdengar di perkampungan.Hanya saja musik ini tidak terlalu populer di kalangan masyarakat desa Logandu.Paling banter musik ini pentas jika ada Maulid Nabi dan Hari Raya Idhul Fitri,itu juga hanya sekedar berpartisipasi dalam melestarikan seni dan tradisi yang ada di desa.Apalagi sekarang sudah muncul musik sejenis dan lebih moderen,seakan musik ini tenggelam tak terdengar lagi.

LENGGER / ANGKLUNG

Kesenian Lengger/Angklung ,Kesenian ini mirip sekali dengan kesenian tradisional Tayub (Tayuban),perbedaanya kalau tayub memakai gamelan biasa ,sedangkan angklung gamelanya memakai bambu.Sama halnya kesenian jamjaneng di desa Logandu,kesenian lengger ato angklung seakan tenggelam di saat ketatnya persaingan dunia hiburan.

TAYUB / TAYUBAN


Penulis:Admin

Responses

  1. Ngomong – ngomong Janeng, aku kok sekarang jarang sekali melihat pertunjukan Janeng di desa setiap aku pulkam, atau mungkin akunya aja kali ya ngga pernah nemuin….

  2. Memang Bang Yos,kayaknya janeng sekarang jarang sekali yang nanggap ,aku sendiri jarang menemui hanya sekali waktu di Radio P2SC jakarta waktu itu saya kebetulan ikut menjadi tukang sibuk alias tukang ngangkat korsi,bersih2 lsp.
    kebetulan janeng pada waktu itu dari desa giritirto kec.karang gayam.yang selama ini masih eksis.

    thx.salam

  3. janeng nanggone kulo nggih enten sedulur,,,
    tapi kur nggo lek lek kan ngger pada tahlilian malem jum’at kliwon.. kadang2 nggo lek lek kan nger ana wong nduwe gawe / hajatan

  4. pancen siki wis jarang ora kaya ndisit nek janeng
    ndisit janeng sing terkenal mengendi ora jan janeng peniron….nggone kang Suhar…..

  5. ndisit pancen janeng Peniron terkenal soale janenge wadon. siki janeng wadon wis punah soale ora regenerasi. pada isin dadi janeng, mending pada dadi babu. lagian seni2 tradisional apa bae kayane wis ora payu. kalah karo tontonan moderen.
    nek janeng lanang, nang Peniron isih akeh, kayane ana 5 grup. nek butuh tanggapan ngubungi aku bae. Harga persaudaraan. hehe

  6. aq dah rawuh, is the best. lam kenal aja, emang you sekarang tinggal dimana? aq skrag di semarang, aq jadi inget kampung, setiap aku mudik pasti jalan2 ke logandu paling gak sampai kebakalan/ kali lakula.

  7. Matur Kesuwun Kang Ardy wis kersa Rawuh,inyong nang jakarta tapi tiap wulan mudik jakarta Logandu.Aja ngendika kaya kuwe kanglah..dadi klambi karo kathoku ora muat nek di alem nang rika,aku tah anu tembe blajaran kiye kang,ora kaya kaca2 sing wis pinter2
    Kapan2 dolan nang gubuge Rama Biyungku ya Kang ben kenal karo inyong,ora gur kenal nang dunia maya thok……kesuwun lam knal kembali.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: